Diawali pada kegiatan hari guru, aku memberanikan diri untuk membaca puisi. Puisi yang berjudul " Tanpamu Ku Tiada Arti " ini di tulis aoleh temanku, Maya namanya. Ku akui Maya paling pandai merangkai kata-kata yang penuh imajinasi. Pilihan kata-kata nya luar biasa. Rima serta majas yang gunakan tak terkalahkan. Bagiku Maya bisa dikatakan penyair muda. Berbeda denganku Maya justru kurang berani tampil untuk membaca puisi. Padahal puisi-puisi yang sudah ditulisnya banyak. " aku tidak berbakat Rif " katanya. " Aku hanya bisa baca puisi untuk diriku sendiri, biarlah aku yang menulis tapi kamu yang membacakan." Tuturnya.
Puisi yang berjudul "Tanpamu Ku Tiada Arti" yang bertema tentang guru ini ku baca dengan sepenuh hati. Aku berusaha menginterpretasi puisi ini sesuai yang diajarkan oleh Pak Fahry. Penggalan kata-demi katanya sangat luasr biasa. Ini puisi karangan Maya.
Tanpa Ku Tiada Arti
Kasihmu... sayangmu....
Selalu aku berikan padaku
Aku banting tulangmu
Aku peras keringatmu
Namun aku selalu berusaha tersenyum didepanku
Walau ku sering mendurhakaimu
Aku tak pernah berhenti memberi semua itu
Dan aku tak pernah meminta balasan apapun dariku