Mohon tunggu...
Ardi Winangun
Ardi Winangun Mohon Tunggu... Wiraswasta - seorang wiraswasta

Kabarkan Kepada Seluruh Dunia

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Novel: Para Penggali Kubur

7 Februari 2022   11:41 Diperbarui: 7 Februari 2022   11:43 2304
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"Aku bisa merayu Mas Pranoto untuk mengijinkan aku kuliah di fakultas kedokteran."

"Mas Pranoto pasti bisa membiayai kuliahku sebab ia orang kaya, penerus juragan beras di desa."

"Sayang tragedi itu terjadi sehingga membuat aku juga menjadi tertuduh."

"Aku lari dan bersembunyi agar tidak dijebloskan dalam penjara atau dipenggal mati."

"Aku dituduh sebagai anggota Gerwani. Apa itu Gerwani?"

Dalam perasaan geram yang membuncah, tangannya tidak sadar memegang gelas yang berada di depannya dan langsung melemparkan ke arah serampangan. "Pyaarrr..." Suara cukup keras itu membangunkan Sobar yang terlelap dalam tidurnya. Seketika terdengar suara tangisan yang melengking. Suara jerit bayi itu sontak menyadarkan Siti Nurjanah yang dalam otaknya sedang terjadi pertarungan sel-sel.

Tubuh Sobar langsung dibopong dan didiamkan, "cup, cup, cup, nak." Apa yang dikatakan itu untuk menenangkan dan menidurkan kembali bayi yang masih belum tahu apa yang terjadi sesungguhnya pada orang yang melahirkan dirinya.

Mantra untuk menidurkan pada itu rupanya manjur. Sobar terlelap kembali dalam tidurnya. Siti Nurjanah duduk kembali di kursi. Ia menghela nafas, merenung, seketika itu pula sel-sel otaknya kembali bertarung.

"Aku lari menyelamatkan diri saat orang-orang mengepung rumah di mana pria yang disebut suami dan mertuaku tinggal."

"Mereka bisa menangkap kedua lelaki itu."

"Tapi mereka tak bisa menangkapku."

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun