''bang anton kemana bu?,'' Tanyaku kepada ibu
''itu abangmu sedang mengeluarkan mobil di bagasi, dia tadi sudahh sarapan, kamu cepat  sarapan dan segera berangkat!,'' jawab ibu kepadaku
''kenapa sih bu beli perlengkapan sekolahku harus ke Bandar Lampung, kan jauh ah bu,'' Â tanyaku manja kepada ibu.
      ''Minggu depan kamu sudah harus sekolah, ibu meminta kamu belanja di Bandar Lampung agar kamu bisa sekalian jalan-jalan,'' jawab ibu menjelaskan.
Kurang lebih 10 menit aku sarapan bersama ib, setelah selesai sarapan, aku segera berpamitan kepada ibu dan menuju depan rumah untuk segera pergi bersama bang anton ke pusat belanja di Bandar Lampung dan membeli perlengkapan sekolah. Banag Anton sudah berada di dalam mobil, ketika aku hendak membuka pintu mobil, aku teringat kepada Dimas, aku memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepadanya sebelum masuk ke dalam mobil.
''selamat pagi Dimas,'' pesan pertamaku di pagi hari untuknya.
Bukannya balasan dari dimas yang kuterima, tapi omelan dari bang Anton yang ada di dalam mobil.
''boaahhhh cepat masuk mobil, lelet banget ahh udah jam berapa nih,'' teriak bang anton dari dalam mobil.
''iya bang sabaar,'' jawabku sambil membuka pintu mobil.
Pagi-pagi sekali aku sudah berada di dalam mobil bersama bang anton untuk pergi ke Ibu Kota Provinsi Lampung. Di dalam perjalanan aku kembali memikirkan Dimas, ku lihat handphone dan tidak ada tanda-tanda Dimas membalas pesan singkatku yang akau kirimkan beberapa menit sebelum aku berangkat meninggalkan rumah bersama Bang Anton. Di tengah-tengah perjalanan, handphoneku berdering, ternyata Dimas menelponku, tanpa pikir panjang aku langsung mengangkat telpon dari dimas.
''assalamualaikum,'' jawabkudengan nada  pelan karna takut di dengar Bang Anton.