Terakhir sebelum benar-benar menjauh, aku mendengar Manshi dan Shindong ribut lagi. Manshi menyalahkan Shindong yang katanya gara-gara Shindong ingin dia tidak jatuh, dia malahan jatuh, jadi dia sial gara-gara ucapan Shindong, sedangkan Shindong ngotot ini salah Manshi sendiri tidak mendengar nasehatnya. Aku berharap mereka bisa berdamai. Untung aku selalu siapkan kotak P3K di mobilku, dan sejurus kemudian aku sudah kembali ke rombongan. Manshi duduk di bangku taman ditemani Suxuan. Aku menyerahkan kotak itu pada Leeteuk hyung, yang pasti bisa mempergunakannya dengan efektif. Hyung yang cekatan langsung mengobati luka Manshi.
"Gimana nih, sepedanya rusak..."
"Lho, mana sepedanya?"
"Dibawa petugas taman, oppa. Katanya nanti disimpan dulu di pos, dan waktu pulang baru bisa kita ambil," jawab Suxuan.
"Itu sepedamu kan, Shindong.."
Shindong memandangku, "gwaenchana, aku bisa membawanya ke bengkel nanti hyung."
"Nah, sudah," kata Leeteuk hyung puas.
Aku melihat beberapa plester dan kapas di kaki Manshi, tapi kerjaan Leeteuk hyung memang sangat rapi. Dia berdiri dengan dibantu Xili.
"Jadi bagaimana dong, sekarang aku tidak bisa bersepeda lagi," keluh Manshi.
"Sama aku saja sini, kita berdua," ajak Shindong.
Manshi memandangi Shindong dan sepeda di sebelah Shindong dengan pandangan ragu.