Sebelum anak-anak melakukan permainan ini, terlebih dahulu guru menjelaskan aturan-aturan dan langkah-langkah permainan. Permainan "gelembung ajaib" merupakan permainan yang memberikan kesenangan bagi anak. Permainan ini dimulai dengan mencampurkan sabun dan pewarna pada air yang ada di baskom.Â
Setelah merata, anak dipersilahkan untuk meniup air yang telah berisi sabun dan zat pewarna dengan menggunakan sedotan hingga menghasilkan gelembung yang berlimpah. Dari hasil gelembung tersebut, anak menempelkan kertas gambar lalu diangkat dan dibiarkan hingga gelembung-gelembung yang menempel di kertas meletus dengan sendirinya.
Melalui kegiatan di atas anak di ajak untuk mengamati suatu peristiwa yang dapat menimbulkan pertanyaan apa yang akan terjadi, kenapa itu terjadi, kenapa bisa begitu, bagaimana itu terjadi, dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi dasar untuk merangsang anak dalam meningkatkan daya pikir logisnya.
Sama seperti pada siklus kedua, guru hanya menjadi pendamping (guide on the side) dan pemberi semangat bagi anak dalam melakukan aktivitas permainan "gelembung ajaib". Selain itu dalam membimbing anak untuk membuat hipotesa maupun kesimpulan, guru mengajukan pertanyaan yang bersifat open-ended sehingga secara tidak langsung merangsang ide dan gagasan dari anak.
Tahap Observasi
Antusiasme anak yang diobservasi selama kegiatan pembelajaran dalam siklus ketiga ini berlangsung sangatlah tinggi. Anak sangat tertarik untuk melakukan permainan ini. Bahkan banyak dari mereka yang sangat terkesan dengan peristiwa yang mereka amati.
Banyak pertanyaan kritis yang keluar dari mulut para anak. Dan secara tidak sadar mereka saling mengutarakan hipotesanya masing-masing. Dalam menghadapi sikap anak ini, guru cukup tanggap untuk membimbing anak dalam menguji hipotesanya dan membimbing para anak dalam membuat kesimpulan.
Guru juga semakin terbiasa dalam memberikan pertanyaan yang bersifat open-ended kepada anak. Dan semakin matang dalam menerapkan pendekatan Sainstific di kelas. Pada akhir kegiatan inti, anak saling berebut untuk menceritakan kepada teman-temannya tentang apa yang telah ditemukan pada permainan gelembung sabun.
Tahap Refleksi dan Analisis
Semakin banyaknya praktek dan pengalaman guru dalam pembelajaran pendekatan Sainstific di kelas pada kegiatan permainan sains, maka semakin meningkat pula kemampuan dan keterampilan guru baik pada saat merangsang anak dalam mengajukan pertanyaan, membimbing anak dalam membuat hipotesa dan kesimpulan, mengelola kelas, menjalankan peran sebagai fasilitator dan motivator serta melakukan evaluasi dan refleksi dari hasil kegiatan anak.Â
Atau secara umum dapat dikatakan bahwa penguasaan guru terhadap metode pendekatan Sainstific yang diterapkan melalui permainan sains gelembung sabun semakin dipahami dan dikuasai oleh guru.