"Benar Ibu!"
"Jadi, dia pemuda yang kau cintai itu?"
"Ah Ibu, dia yang lebih dulu mencintai aku."
"Apa kau bilang?" kedua orang itu justru ribut sendiri dua langkah di belakang duke Eduardo.
"Kalian bisa diam?" duke Eduardo menoleh karena sayup suara keduanya membuat beliau tak dapat berkonsentrasi. "Ah, selamat malam tuan... Matias Vander Lawrence. Silahkan Anda duduk." seraya mengarahkan langkah mereka kepada lingkaran sofa di tengah sana.
Begitupun dengan duchess Elvira dan juga Nivea yang sudah mulai melangkah, hendak mengambil posisi duduknya masing-masing dan ikut terlibat dalam pertemuan itu.
"Selamat malam, duchess Elvira." diiringi anggukan dan senyum lelaki itu menyapa nyonya rumah.
"Baiklah tuan Matias, adakah keperluanmu ingin menemuiku disini?"
"Kau tidak menyapaku, Matias?" gadis yang merasa tak diacuhkan itu, melirik sinis Matias yang duduk di seberangnya.
"Ah, maafkan Saya... nona Nivea Del Castano. Anda... sungguh tampak cantik malam ini."
Nivea justru menggembungkan kedua pipinya, dengan bola matanya yang berputar dia menahan tawa mendengar kekasihnya mengatakan hal itu. "Saya harap, Anda berada dalam suasana hati yang baik, tuan Eduardo." fokusnya telah kembali kepada duke Eduardo.