Mohon tunggu...
Oumi Nuraida
Oumi Nuraida Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswi

Tugas kuliah Peradaban Islam dan Islam Nusantara

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran dan Posisi Islam Pra Kemerdekaan, Masa Revolusi Kemerdekaan Indonesia

15 Mei 2023   06:30 Diperbarui: 31 Mei 2023   05:53 694
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Selain itu, organisasi-organisasi Islam juga berperan penting dalam politik Indonesia. Organisasi-organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memiliki jaringan yang sangat luas dan pengaruh yang besar di kalangan masyarakat muslim di Indonesia. 

Mereka juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, seperti pengajian, bantuan kemanusiaan dan kampanye politik. Namun, peran politik Islam di Indonesia juga kontroversial dan menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa pihak mengkritik politik Islam karena dianggap terlalu konservatif dan eksklusif, sementara yang lain memandang sebagai bagian penting dari identitas nasional Indonesia

 Kesimpulannya Pendidikan Islam adalah sebuah media atau untuk menambahkan nilai-nilai moral dan ajaran agama, juga bertujuan membina keharmonisan setiap pribadi dengan Allah SWT, manusia dan alam, dengan mengembangkan keharmonisan setiap pribadi dengan budaya dan berusaha meningkatkan sumber daya manusia agar mencapai taraf hidup yang sempurna (manusia yang baik) . Perjuangan para pemuda Islam melalui wadah GPII yang berpusat dibalai Muslimin ialah sebagai salah satu wujud nyata dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru mereka. 

Untuk lebih memperkuat barisan Umat Islam, Gerakan Pemuda Islam Indonesia ini merasa butuh barisan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Revolusi fisik. sehingga Kemudian GPI ini merapatkan Barisan dengan Laskar Hizbullah serta Sabilillah yang terjadi di Malang di Markas Tertinggi Sabilillah dan Hizbulloh pada tanggal 26 Oktober 1946

 Ketika Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, terdiri dari berbagai komunitas yang bergabung untuk membentuk negara yang merdeka dan berdaulat. Kondisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya politik kolonial yang semakin parah dan semakin parah menyebabkan kebangkitan Islam di Nusantara sebagai upaya untuk memerangi segala bentuk penjajahan baik dari Belanda maupun Jepang. Ulama atau Kiai adalah tokoh yang berperan meningkatkan kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia. 

Ulama atau kiai bertindak sebagai katalis, memobilisasi massa untuk melawan kolonial. Ajaran Islam yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Indonesia memberikan kontribusi besar membentuk generasi yang baik

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Tsabit Azhinar. 2014. Sarekat Islam dan Gerakan Kiri di Semarang 1917-1920. Sejarah dan Budaya Tahun kedelapan No 2 Desember (2014).

Aisyah, Siti. 2015. Dinamika Umat Islam pada masa Kolonial Belanda (Tinjauan Historis). Jurnal Rihlah Volume 11 No 1 (2015).

Ajuba, Taufik. 2018. Politik Keagamaan Kolonial : Diskontiniunitas dan Kontiniunitas di Indonesia. Farabi : Jurnal Pemikiran Konstruktif bidang Filsafat dan Dakwah Volume 18 No 2 Desember (2018)

Azra, Azyumardi. 2012. Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta:Logos

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
  18. 18
  19. 19
  20. 20
  21. 21
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun