"Hmm? Apa? Menolong bagaimana maksudmu?" tanya Nivea penasaran dan menelan sisa roti di dalam mulutnya.
"Kau membukakan kunci keretaku yang rusak dan terkunci sendiri."
"Ah, benarkah? Jadi kau yang berada dalam kereta itu?"
"Hmm.. Waktu itu kunciannya memang rusak, aku selalu lupa mengatakan pada kusirku untuk memperbaikinya. Hingga waktu itu, aku panik karena pintunya benar-benar tidak bisa ku buka. Ledakan di gedung arsip cukup menegangkan. Semua orang takut akan adanya ledakan susulan."
"Ah, itu tepat Matias! Tapi, apa kau punya ide bagaimana caranya agar aku... dapat segera membatalkan keputusan pangeran untuk menikahiku?"
Matias tersentak dan terlintas dalam ingatannya bahwa pangeran Edmund terlibat dalam penipuan pajak itu.
"Aku akan memberitahukan sesuatu padamu. Tapi, tolong jangan kau bocorkan pada siapapun."
"Baiklah! Apa itu?"
"Pangeran Edmund terlibat dalam kasus penipuan pajak."
Nivea membulatkan kedua matanya, diikuti gerakan kedua tangan yang menutup mulutnya.
"Bagaimana bisa kau mengetahuinya?"