Melanie tak menyangka kalau ternyata Ben memang ingin menikahinya hari ini, ada rasa bahagia serta haru yang mengaduk hatinya.
" Sebaiknya kita ke sana sekarang, kasihan kalau mereka menunggu terlalu lama!" ajaknya menggandeng Melanie, Melanie menyambut tangan Ruben dan mereka berlari keluar. Menaiki mobil menuju ke masjid. Tapi baru saja keluar dari gerbang pintu, Ben menghentikan laju mobilnya. Ada beberapa mobil yang menghadang mereka. Ben mengenali mobil audi hitam dan mobil pajero itu. Audi itu milik kakaknya Dennis. Sedang Pajero itu yang biasa di pakai oleh orang suruhan Mamanya atau pun suruhan Dennis. Biasa para bodyguard plus mengintai.
Ben keluar dari dalam mobil, begitupun Melanie. Erika muncul menghampiri Ben. Ia melihat Melanie dengan gaun pengantin.
" Apa-apaan ini? Kalian mau kemana?" tanyanya.
" Kami akan menikah!" jawab Ben.
" Menikah! Ben, kau masih kecil!"
" Aku bukan anak kecil ma!"
" Tapi kau belum pantas untuk menikahn apalagi dengan gadis itu!" tudingnya pada Melanie.
Terlihat Dennis keluar dari mobil tapi kali ini dia hanya diam saja, tak ikut angkat bicara atau memaki Melanie seperti yang di lakukannya selama ini. Beberapa orang juga keluar daro mobil pajero. Ben berjalan memutar dan menghampiri Melanie, menggenggam tangannya. Sedikit menyembunyikan Melanie di belakang tubuhnya untuk melindunginya. Melanie nampak sedikit takut, ia mempererat genggaman tangan Ruben di tangannya.
Hal seperti inilah yang mereka takutkan, Erika melangkah mendekati keduanya.
" Ben, gadis ini tidak akan pernah pantas untukmu, lebih baik sekarang ikut mama pulang!"