Mohon tunggu...
Machon Joko
Machon Joko Mohon Tunggu... -

Tak ingin menyesal dan takkan putus asa selagi akal ini masih berfungsi

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Tanda Tanya

5 Januari 2016   19:18 Diperbarui: 5 Januari 2016   19:28 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"mahu nemuin temenku apa tuh cewek... ayooo...!"

"Cikaaa...!"

Keluhku dengan nada datar berharap cika tak lagi menggodaku.

Rindang pohon yang ada di sepanjang tepi jalan tengah kota memayungi langkah kaki kami dengan sesekali menjatuhkan sehelai dua daunnya yang menari-nari mengikuti irama angin sore.

Sedangkan kicauan goda di sampingku masih tetap saja berlanjut menghujaniku...

 

Terlihat Taman kota beratap dedaunan rindang yang tercengkram rerenting dari delapan pohon besar itu mulai dekat dengan tujuan perjalanan kami.

Aku berharap gak ketemu lagi ama tuh cewek aneh, walau memang gak ada yang salah dengan sikapnya, namun ku rasa gak salah juga dengan sikapku yang gak suka dengannya.

 

"mana ya Wan, makluk aneh yang kamu maksud tadi...?"

 

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun