"Mungkin belum sekarang waktunya", Ucap Sri. "Hei, waktu kita bukan hanya sekarang, tapi kini dan selamanya. Jikapun tidak bisa sekarang, mungkin karena kita tidak di posisi berdua menyanyi di sini. Andai kita berdua punya waktu, kita bisa menyanyikan lagu ini Sembilan kali bahkan lebih", Candaan BD waktu itu.
"Aduuhhh Gombalannya Basiiiii, Pak Tua; ingat Anak Istri di rumah", ucap Sri. "Looh, untuk Anak Istri tentu aku tidak lupa, karena dia Anakku." Lalu? Sanggah BD untuk kesekian kalinya? Hahhaaaaa... (Dari jawabannya yang sejengkal barusan, aku kok merasa ada yang janggal. Bagian mana ya?) Tanya Sri dalam hati. Ah, tak perlu di pikirkan sekarang. Tooh masih ada waktu-waktu selanjutnya untuk aku memikirkan hal yang sepele ini, ucapnya lagi lagi dalam hati.
"Ya sudah, Yuuk balik ke Kampus. Sabtu depan kita ulangi lagi, semoga saja di jam yang sama", ucap Utari. Mereka semua tertawa melampiaskan bahagia yang tersisa.
"Kamu masih ada Kuliah habis ini", tanya BD.
"Iya, Hukum TataNegara sama bapak Onzu", Ucap Sri.
"Kalau begitu aku gabung 2H5, soalnya jam aku sama Bapak Onzu barusan; sementara aku kan sedari tadi disini sama kalian", Ucap BD
"Enak aja gabung gabung. Bayar Dua puluh Ribu", ucap Sri.
"Begitu saja Berbayar?", tanya BD
"Hari ini mana ada yang Gratis? 2019 Bro", canda Sri sembari tersenyum.
Menangkap senyum manis Gadis Solok Selatan itu, kincir-kincir BD langsung membalas tanggapan Sri. "Itu, yang barusan aku tak pernah bayar, ya meski jarang aku dapati. Palingan hanya beberapa kali untuk dua hari dalam Satu Minggu", Ucap BD.
Sri terheran, penuh kebingungan. Sontak bertanya! "Maksudnya?"