"Apakah malaikat tampan bermata sipit rela tangannya jadi kasar karena mengerjakan pekerjaan macam itu?" Jose menyusul Calvin ke pantry, kagum bercampur sebal melihat cangkir kristal itu kembali bersih.
"Aku bukan malaikat. Dan aku tak keberatan tanganku jadi kasar." timpal Calvin ringan.
Tak sempat Jose menanggapi. iPhone Calvin bergetar. Pop up bertuliskan Rossie menari di layar.
"Calvin, cepatlah pulang. Sivia..." kata Rossie terpatah-patah.
"Kenapa Sivia?"
"She wants to self harm."
Klik. Telepon diakhiri begitu saja. Tanpa pamit, Calvin bergegas kembali ke rumahnya. Diam-diam Jose mengikuti dari belakang.
** Â Â
Rasanya tak ingin berakhir
Saat kita rasa bahagia
Hidup penuh dengan misteri