Sesungguhnya prilaku dan sifat orang dalam gaya hidupnya tidak ada yang salah, maka dari itu janganlah selalu merasa benar sendiri dan menyalahkan orang lain, kita hanya bisa mengasih masukan kepada mereka, diterima tidaknya terserah dia, yang paling berhak menjatuhkan putusan hanyalah Yang Mahabenar lagi Maha Esa. Â
Langkah dua: Menyeleksi apa yang di lihat. Semua orang pasti merasa bersukur kepada Nya bahwa kita mampu memepergunakan mata dengan normal; pria merasa senang kalau melihat wanita cantik dan wanita pun senang kalau melihat pria yang kaya raya/pejabat tinggi (kebanyakan begitu), tapi diantaranya juga ada yang mampu memperhitungkannya dengan akal pikiran yang sehat.
Misal seorang laki-laki berteman dengan wanita kelamaan meningkat lebih jauh menjadi saling mencintai (keduanya sudah berkeluarga), tetapi dalam akal pikiran perasaannya (bagaiman perasaan hatiku, kalau ibunya anak-anak diganggu sama pria lain), dan perselingkuhan ini banyak terjadi, sehingga tejadi perceraian.
Karena prianya berfikir sampai yang paling jelek dan akan salah langkah seandainya ia memaksakan kehendak "nafsu"nya sampai pisah, yang menjadi korban adalah putra putrinya yang ta'kan terobati sakit hatinya seumur hidup sedangkan anak adalah amanah dari Allah Swt dan harus mendidiknya dengan baik.
Maka dari itu sebaiknya jangan mengambil keputusan apabila sedang " emosi" karena itu adalah putusan "syetan" bukan manusia.
Langkah ke tiga masalah pendengaran (telinga): Ini erat hubungannya dengan interaksi dengan lingkungan (kerukunan dalam pergaulan), baik di Perkotaan maupun di Pedesaan. Dalam pergaulan biasanya orang berkelompok yang sepaham dalam masalah hoby atau pekerjaan setiap harinya.
Dalam pekerjaan maupun hoby, tetap ada dua model yang sifatnya bertolak belakang , yang pencari nafkah (Pejabat Pemerintah - Karyawan Swasta X Penjahat kelas Kakap s/d kelas Teri). Hoby (olah raga X judi).
Dalam niat merubah sifat kita menjadi lebih baik harus memperkuat ke imanan dan memohon kepada Nya untuk meridhoinya, Amin . . . .
          # # # # # # # # # # #
LANTUNAN ILLAHI DAN BISIKAN SYETAN.
          ------ BAB : I ------_