What? Aku mengernyitkan dahi.
"Ya sudah, Black! Besok aku akan menelponmu lagi!"
Gegas aku memutus pembicaraan.
 ***
Pagi yang cerah. Matahari mulai menampakkan diri untuk berbagi kehangatan. Gemericik sungai terdengar mengalun merdu bagai nyanyian peri yang sedang kasmaran.
Aku mencelupkan kedua kakiku ke dalam air sungai yang mengalir bening.
"Bagaimana, Nona Devi?" suara Edo mengagetkanku.
"Kau?"
"Maaf jika aku mengetahui identitasmu. Aku sangat mengenal Dewi. Meski kemarin aku sempat terkecoh sebab kau amat sangat mirip dengannya. Tapi sebagai teman dekat yang cukup lama, aku tidak bisa ditipu."
"Jadi kau sudah tahu siapa aku?"
Edo mengangguk.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!