Pasalnya bukan satu atau dua kali bunda menemani ayah dinas, tapi bukan berarti mereka terbiasa dengan ke tidak hadiran bunda. Kalo anak-anak lain mungkin senang ketika orang tua nya tidak ada di rumah karena mereka merasa bebas melakukan apapun.
   Berbanding terbalik dengan keluarga ini, mereka justru mencemaskan keadaan mereka nanti nya, lihat saja akan ada kekacauan apa lagi setelah ini.
   "Jaga rumah"
   "Kunci pintu sama pagar sebelum tidur"
   "Pastiin jendela udah dikunci"
   "Kalo mau keluar periksa dulu dapur, jangan lupa matiin kompor"
   "Alarm jangan lu-"
   "Iya bunda, iyaa" Tio yang sudah hafal dengan sifat bunda yang satu ini langsung memotong ucapan nya. Bukan nya kenapa, mereka semua bahkan sudah hafal dengan kalimat-kalimat bunda yang satu ini.
   "Yaudah kita berangkat dulu, hati-hati dijaga rumahnya".
   "Nanti kira rantai yah, tenang. Biar gaada yang ngambil" ucap Kala
   "Kamu juga bang, awas aja kalo susah dibangunin" peringat Ayah.