Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Tunggu Aku di Way Dente

9 Desember 2020   20:34 Diperbarui: 9 Desember 2020   20:39 609
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Tunggu Aku di Way Dente (dokpri)

"Sudah berhari-hari, ia tidak terlihat di kampung?" Lanjutnya.

"Tak tahu lah!" Jawab Budin, seraya menyalakan kembali mesin taxi.

"Oh, Siti!" Tiba-tiba ia berseru.

"Ia tinggal di rumah pamannya di Natar!" Seru Budin.

"Melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi!" Lanjutnya, seraya memacu taxi ke arah Rawa Jitu.

Zaldi pun termenung di atas sampan, terasa kosong harapan dan jiwanya. Mendengar Siti sudah melanjutkan pendidikan ke kota.

Dalam hatinya, tentu Siti akan lama kembali dan jika ia kembali pun pastilah dengan membawa jodoh dari kota.

Dengan perasaan yang kalut, pergilah ia berlari pulang ke rumahnya. Setelah menambatkan sampan di dermaga Zul dengan tergesa-gesa.

Ia membuka sebuah kotak kayu yang terbuat dari kayu jati, disana terdapat dua buah buku pemberian Siti.

Buku pertama yang diberikan Siti saat perpisahan sekolah dahulu, sudah khatam ia baca dan hafalkan setiap halamannya.

Buku kedua yang diberikan Siti sebelum ia antarkan pergi, belum sama sekali ia buka lembaran halamannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun