Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Tunggu Aku di Way Dente

9 Desember 2020   20:34 Diperbarui: 9 Desember 2020   20:39 609
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Tunggu Aku di Way Dente (dokpri)

"Aku menjaring hingga malam," tutupnya.

"Oh, begitu," gumam Siti, dengan raut wajah yang kecewa.

Di sebuah dermaga, tampak perempuan separuh baya berhijab kuning datang menyambut Siti.

Zaldi pun harus cepat-cepat kembali sebelum tertinggal air pasang, merekapun berpisah di dermaga hari itu.

Satu Minggu Kemudian..

Sebuah taxi melintas berputar arah, dengan hanya 3 penumpang didalamnya. Pengemudi taxi tampak menghentikan mesin dan menghampiri Zaldi.

"Sudah dapat ikan, Zaldi?" Tanya Budin sang Pengemudi.

Sambil berbisik-bisik ia mendekatkan bibirnya ke telinga Zaldi dan kembali berkata, "hati-hati, kemarin ku lihat atuk melintas di dekat sini."

Zaldi tidak menjawab, ia hanya mengangguk dan menarik jaring di tangannya sedikit demi sedikit.

Zaldi cukup mengerti nama kode Atuk yang disampaikan Budin. Merujuk pada buaya air asin yang kadang masuk jauh ke dalam muara.

"Hei Budin, kemana Siti?" Tanya Zaldi pada Budin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun