Ambil saja uangku.
Ambil saja barang-barang."
Mereka tertawa.
Golok pun di dilengketkan ke leher Li Wei.
"Jika melawan, aku gorok lehermu.
Aku cungkil matamu."
Li Wei seketika lemas.
Ia seolah hilang ingatan.
Yang ia ingat, rasa sakit.
Bergantian lima lelaki itu memperkosanya.
Itulah sehalaman puisi esai dari Denny JA dalam Jeritan Setelah Kebebasan (2022). Ia adalah satu kisah dari 25 kisah dramatis bahkan peristiwa tragis terjadi di era reformasi. Jeritan dalam jeritan Denny JA.Â
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!