Akupun segera bergabung dengan kelompok anak MIPA yang selanjutnya akan dipecah menjadi 8 kelas.
"Mohon dengarkan baik-baik ya!" seru Kakak Osis tampan.
"Yang masuk kelas MIPA 2, Raga Sulaeman, Sashi Maizena, Anya Metazahra, Luna Meylza Putri, ..."
Mendengar namaku dipanggil, aku bergegas menyesuaikan diri dengan barisan kelasku.
"Hei Lun ! sini !" bisik salah seorang murid padaku dari arah depan. Aku langsung menghampirinya.
Kok kaya kenal ya?, batinku.
"Ini aku, Anya !"
"Oh ternyata tetangga toh, Â pantes mukanya gak asing"
"Ih selera humornya dari dulu gak berubah ya, tetep garing!" Anya tertawa kecil.
"Loh, aku gak lagi bercanda. Serius, tadi aku hampir gak kenal soalnya kita udah jarang ketemu, lagian dulu kamu orangnya jutek!"
"Yaudah, biar kenal, kita duduk sebangku aja, yuk!" ajak Anya padaku.