"Sok tahu! Kamu tidak tahu betapa sengsaranya menjadi manusia yang didera banyak masalah."
Bayangannya itu tertawa dengan posisi yang sama. "Apa jadinya kehidupan tanpa masalah?" sindir bayangannya.
"Akan sangat menyenangkan," tegas Ayya.
"Dan bagaimana kamu menyebut sesuatu 'menyenangkan' jika tidak ada kesedihan yang timbul dari masalah?"
Ayya membatu tanpa kata.
"Segala sesuatunya selalu berpasang-pasangan, Ayya," lanjut bayangannya itu. "Manusia sungguh beruntung."
"Kamu mengatakan itu dua kali. Dan mengapa begitu?" tanya Ayya dengan sedikit rasa kesal.
"Kalian, adalah makhluk dua dunia."
"Aku tidak mengerti," ujar Ayya dengan bingung.
"Kalian seperti gabungan antara malaikat dan hewan."
"Konyol, ah," keluh Ayya. "Aku nggak suka disamakan dengan hewan."