Mohon tunggu...
Mochamad Rizky Pangestu
Mochamad Rizky Pangestu Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis Muda

Saya suka menulis, dan ingin berbagi cerita melalui tulisan-tulisan saya.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Musim Pengantin

27 Juni 2022   07:33 Diperbarui: 27 Juni 2022   07:42 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aku terdiam, meremas tanganku sendiri, menahan kekesalanku pada Rinka.

"Aku permisi." Dia pamit, pertemuan siang ini terbilang pahit.

Aku membanting tubuh pada kursi kerjaku yang empuk, memutarnya menghadap ke kaca yang mengantarkan luas pandanganku pada hamparan gedung-gedung yang berlomba mencapai langit ibu kota.

***

Waktu berjalan begitu lamban. Bagiku, musim pengantin selalu menjadi musim terlama di setiap tahun. Tapi kejutan seakan tak ada habisnya. Siang ini, tepat sehari setelah aku merayakan ulang tahun ke 34, seorang pria datang, duduk seperti Rinka beberapa hari lalu.

Raffi Wardhana, teman sejak SMP. Tampilannya lebih menarik, pipinya bercambang tipis. Dua puluh tahun sudah dia tinggal di Amerika.

"Kamu masih sendiri?" tanyanya.

"Seperti yang kamu lihat. Tapi, jangan kau coba merayuku."

"Hahaha. Asal kamu tahu, banyak pria di luar sana melafalkan namamu Wulan Purnama Adijaya dalam doanya. Tidakkah ada yang menarik perhatianmu satupun?"

"Tidak sama sekali. Kamu sendiri, kenapa belum punya istri? terus, tumben kamu pulang?"

"Justru itu, aku pulang buat cari istri. Hahaha."

Sejenak aku terdiam. Pandanganku turun pada dasar meja kerjaku yang bening.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun