(4) dosa - "Tapi jika percaya yang berdosa lakukan tindakan tercela" (Tidak Pernah: 191); (5) wacana - "Tidak lebih dari hanya sekedar rencana dan wacana" (Reshuffle: 52).
Contoh dari bahasa Arab: (1) abadi - Tidak pernah abadi, semua hanyalah sementara saja" (Reshuffle: 52); (2) mustahil dan (3) nurani -- Duh...kepala negara mustahil nurani kesadaran sukma (Tidak Pernah: 191); (4) khatulistiwa -- Ya alam ya budaya, ya flora ya fauna, ya khatulistiwa (Kadal: 25);Â
(5) hukum -- Meskipun putusan hukum belum sempat berbicara (Reshuffle: 54); (6) manfaat -- Lalu dikelola dengan seksama supaya ada manfaatnya (Kadal: 25); (7) sahabat -- Betapa banyak teman, sahabat, kolega, bahkan keluarga (Tidak Pernah: 191);Â
(8) saat -- Pada saat yang sama ada sesama manusia menderita (Kadal: 25); (9) khilaf -- Memaparkan semua kekhilafan dan kesalahan yang ada (Tidak Pernah: 191). Banyak sekali kata serapan dari bahasa Arab masuk bahasa Indonesia,Â
terutama yang berhubungan dengan agama dan berbagai filsafat karena hubungan antara Indonesia dan negara-negara Arab dalam sejarah, dan pengaruh bahasa Arab di Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk penganut agama Islam tertinggi di dunia.
Contoh dari bahasa Inggris: (1) mobilisasi - "tatkala mobilisasi massa diuji coba" (Kadal: 25); (2) oktaf - "Maka jadilah wacana biasa yang tinggi nada oktafnya" (Reshuffle: 53); (3) elit - "Banyak amat elit partai banyak juga para pejabat negara" (Tidak Pernah: 191); (4) naif - "Betapa naif menggelikan, seperti bapak duga bapak kira" (Tidak Pernah: 191); (5) komando - "Memberi komando guna berantas semua benalu negara" (Tidak Pernah: 190).
IV. SIMPULAN
Hasil penelitian pendek ini membuktikan bahwa teks otentik seperti puisi narasi dapat digunakan sebagai media bahan ajar BIPA untuk meningkatkan pengetahuan pemelajar akan kayanya bahasa Indonesia, dan dapat dimanfaatkan untuk mengajar ilmu dari berbagai macam cabang linguistik.Â
Unsur-unsur dan topik-topik linguistik yang dapat ditemukan dalam puisi narasi Inspirasi Tanpa Api adalah: (1) kaidah fonotaktik, (2) idiom, (3) sinonim, (4) polisemi, (5) perbedaan antar-bahasa, (6) etimologi dan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional yang selalu berinteraksi dengan dunia luar dan bahasa asing;Â
(7) kekayaan bahasa Indonesia dari segi budaya, baik budaya yang terlihat maupun yang tidak terlihat.