Mohon tunggu...
Hery Priyadi
Hery Priyadi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa / Pengajar / Penulis

Karawang , Jawa Barat

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Perbandingan Metode Agile dan PMBOK Pada Manajemen Proyek Health Monitoring Berbasis Web

27 Januari 2025   18:57 Diperbarui: 27 Januari 2025   18:57 46
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : Agile Metode

36,000,000

Biaya Perangkat Lunak & Alat

19,500,000

Biaya Overhead & Operasional

6,000,000

Total Biaya Proyek

121,500,000

Penjelasan komponen biaya menggunakan pendekatan PMBOK pada table II mencakup beberapa kategori utama. Biaya tenaga kerja sama seperti pada metode Agile, yaitu untuk dua programmer selama tiga bulan dengan total IDR 60,000,000. Selain itu, terdapat biaya manajemen proyek yang meliputi gaji Project Manager sebesar IDR 12,000,000 per bulan selama tiga bulan. Biaya perangkat lunak dan alat mencakup tambahan alat perencanaan seperti Microsoft Project dengan biaya IDR 2,000,000 per bulan, ditambah dengan alat kolaborasi seperti Jira atau Slack, IDE berlisensi, dan hosting cloud. Terakhir, biaya overhead dan operasional meliputi pengeluaran untuk rapat, dokumentasi yang lebih mendalam, dan audit sebesar IDR 1,500,000 per bulan, serta biaya internet dan listrik. 

Metode Agile tidak memiliki biaya khusus untuk manajemen proyek seperti pada metode PMBOK karena tanggung jawab manajerial sudah terdistribusi dalam struktur tim yang self-organizing. Dalam Agile, peran seperti Scrum Master dan Product Owner mengelola koordinasi dan prioritas proyek, sehingga tidak memerlukan Project Manager formal. Selain itu, biaya manajemen proyek dalam Agile sering kali dianggap sudah termasuk dalam biaya operasional tim. Sebaliknya, PMBOK memerlukan Project Manager untuk mengelola dokumen formal, risiko, dan pelaporan, yang menambah biaya manajemen. Pendekatan ini membuat Agile lebih hemat biaya dalam konteks manajemen proyek.

Berdasarkan hasil analisis dari ketiga alat tersebut, ditemukan bahwa metode Agile lebih fleksibel dan adaptif, memungkinkan penyelesaian tugas secara iteratif dan kolaboratif. Sebaliknya, metode PMBOK memberikan struktur yang lebih rigid dengan kontrol yang ketat terhadap ruang lingkup dan jadwal proyek. Gap empiris yang muncul antara kedua metode ini mencerminkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam konteks pengelolaan proyek yang membutuhkan penyelesaian cepat dan efisien. Oleh karena itu, tabel berikut akan merangkum empirical gap yang ditemukan berdasarkan perbedaan implementasi metode Agile dan PMBOK melalui analisis WBS, Gantt Chart, dan PERT Chart.

Tabel III. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun