Mohon tunggu...
Ermansyah R. Hindi
Ermansyah R. Hindi Mohon Tunggu... Lainnya - Free Writer, ASN

Bacalah!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Wajah-Wajah Pucat

9 Agustus 2023   16:33 Diperbarui: 11 November 2024   15:53 510
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Apa itu akhir dari tanda kemerdekaan?

Suatu penanda ironi yang menandai bagaimana cara kita mampu menghindari ‘pengulangan perayaan (kemerdekaan)’. Filsuf dan sejarawan tidak jarang menggunakan “kaca mata” sejarah pemikiran yang digambarkan ulang kekuatannya. Maka setiap konsep yang dilahirkan adalah bagian dari mata rantai ‘diskursus’ kepahlawanan dan petualangannya yang eksentrik kadangkala bertentangan dengan ‘logika baru dari pengulangan’. 

Seluruh pergerakan penanda ironi dibalik tanda kemerdekaan menyatu dengan logika pengulangan retorika. ‘Kemerdekaan untuk semua’ dari ketidakmerdekaan. Oh, wajah-wajah pucat, maka tersenyumlah! Akhirnya, izin bestie! Saya menghitung. Tujuh belas, Agustus, Dua, Ribu, Dua, Tiga. Momen nestapa adalah momen tanda bagi wajah-wajah pucat orang miskin.

Untuk bestie. Siapakah yang menikmati kemerdekaan? Lapisan masyarakat apakah yang menjaga toleransi? Siapakah yang menumpuk kekayaan dan memperkaya diri? Sejauh manakah mayoritas melindungi minoritas? Mampukah kita memberantas korupsi yang merajalela hingga ke akar-akarnya? Semuanya itu menjadi ‘tanda tanya besar’ bertubi-tubi yang menandai setiap proses penerimaan dan pemisahan tanda-tanda kemerdekaan tanpa syarat yang digambarkan atau dituliskan kembali di hadapan kita. 

Sang Merdeka? Si Daulat? Bagaimana bestie?

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun