"Ayaah... Ayaah.. Jangan pergi.. Jangan pergi..."
Syahid menoleh ke belakang! Tetapi ia tidak melihat bayangan Salwa ada disitu!
"Syahid! Apakah engkau masih ragu?!"
Sosok berpakaian putih-putih itu bertanya dengan mimik yang sangat serius..
"Tidak sekalipun saya ragu! Tetapi mengapa saya masih bisa mendengar suara anak sayaa, Salwa?? Apakah itu nyata?! Atau hanya bagian dari ilusi masa lalu saya??"
"Syahid!! Suara anakmu itu nyata adanya!! Kembalilah padanya!!"
Tiba-tiba, gumpalan gumpalan awan putih itu berubah menjadi pusaran yang sangat hebat. Seperti pusaran air yang menyedot dan membawa kembali Syahid ke dasar bumi.. Lamat-lamat Syahid kembali mendengar suara Salwa..
"Ayaah.. Bangun Ayah.. Jangan mati Ayaah...."
Syahid berusaha membuka kelopak matanya! Samar-samar ia dapat melihat bayangan Salwa dan Umi Aisyah istrinya yang sedang terisak-isak.. Semakin jelas, semakin jelas. Sampai akhirnya Syahid menemukan dirinya terbaring diatas tempat tidur sebuah ruang perawatan rumah sakit kepolisian!!
"Ayaaaah...."
"Abaah....."
Salwa dan Umi Aisyah memeluk erat-erat tubuh Syahid, menggoyang-goyangkannya serasa tidak percaya! Syahid sudah tersadar dari komanya!
Subhanallah!! Allahuakbar!! Gema takbir memenuhi ruang perawatan itu.. Tak lama berselang, terdengar langkah-langkah sepatu bergegas mendekati tempat tidur Syahid! Rupanya rombongan Jaksa dan Polisi yang tadi malam mengeksekusi Syahid.
"Syahid! Atas nama hukum negara, Anda kini dinyatakan bebas karena telah menjalani eksekusi mati! Koin dalam saku kemeja itu telah menyelamatkan Anda! Peluru Regu Tembak tidak mampu menembus ke jantung! Tubuh Anda hanya mengalami shock dan trauma, tidak sadarkan diri selama lebih sepuluh jam"