Jawaban ini relevan dengan pertanyaan yang diajukan. Tokoh menjawab sesuai dengan topik yang ditanyakan, tidak menyimpang dari konteks.
3."Bagaimana caranya?" "Anda kepingintahu"
"Oh, nggak. Terimakasih. Aku belum kepingin mati, kok. (Larung, halaman 63). Jawaban ini relevan dengan pertanyaan yang diajukan. Karakter menjawab sesuai dengan topik yang ditanyakan, tidak menyimpang dari konteks.
4)Maksim Cara atau Pelaksanaan (The maxim of manner)
Maksim cara adalah penutur bertutur secara langsung, jelas, tidak kabur, tidak taksa (ambiguitas) sehingga tidak menyesatkan dan tidak menimbulkan kesalah pahaman bagi lawan tutur (Wahid, halaman 6). Maksim perilaku adalah aturan yang harus dipatuhi dalam percakapan. Sebab aturan tersebut mengharuskan penutur dan lawan bicaranya berbicara dengan jelas, tidak samar-samar, tidak samar-samar, tidak hiperbola dan logis.
Berikut contoh penerapan maksim cara pada novel lrung, karya Ayu Utami :
1."Dia berkata dengan tenang dan jelas, kita harus pergi sekarang jika ingin sampai sebelum gelap." (Larung, halaman 134).
Di sini, karakter berbicara dengan jelas dan langsung, tanpa ambiguitas, mematuhi maksim cara. Informasi disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.
2."Tahu kamu," katanya. "Beberapa aktivis yang diculik tak pernah dibebaskan lagi. Mereka dikurung kebih dari satu tahun tanpa pernah ada kepastian kapan mereka dilepaskan, atau dibunuh. Anjing-anjing ini buat kita, supaya tidak mati bosan di dalam sel. Dan jam tangan ini buat mereka."
"Mereka siapa?"
"Mereka yang menangkap kita." (Larung, halaman 249).