Seketika terdengar teriakan dimana-mana.
Murid-murid berlarian keluar.Â
Saling dorong dan saling tabrak.Â
Debu kelabu memenuhi udara, menutupi pandangan.Â
Beberapa orang jatuh terguling dan terinjak.
Aku meraih kesana kemari mencari pegangan untuk berdiri.
Seseorang menangkap tanganku.
"Sini Dev !"
Ia menarikku menjauh menuju sisi belakang gedung, menuju sebuah pintu darurat kecil yang selama ini tak pernah kusadari keberadaannya. Â
Kami berlari menuruni tangga dan jatuh terguling di atas rumput.
"Kamu ... uhuk ! Kamu berhasil ... uhuk ... keluar Ras ?" seruku diantara batuk keras yang sengaja kupaksakan untuk mengeluarkan debu yang memenuhi kerongkongan.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!