"Sudah pasti, hyung."
        Aku memandangi tiket pesawat yang kuletakkan di atas mejaku. Besok, jam 2 siang aku akan pergi. Hanya berdua berangkat ke kota lain, meski hanya sebentar, pasti akan terasa menyenangkan. Aku sudah tak sabar lagi jadinya.
        Aku tidur dengan sangat pulas dan baru bangun karena ponsel yang kuletakkan di samping bantalku bergetar hebat. Aku meraba-raba mengambil ponsel itu, masih belum membuka mataku.
        "Yoboseyo... Mimi? Ke kantor? Kenapa? APA? Jangan bercanda kau... aku tak bisa menghadiri acara itu... APA? Ya sudah, aku kesana!"
        Kenapa bisa begini? Aku langsung bangkit terburu-buru dari ranjang, melihat Leeteuk hyung sudah tak ada, aku menyambar handukku dan nyaris berlari menuju kamar mandi. Aku melihat sosok Wookie di dapur, tampangnya kebingungan.
        "Donghae hyung, kau belum siap juga? Sebentar lagi kita akan berangkat,"ucapnya.
        Aku membanting pintu kamar mandi sembari ngobrol dengannya, "kau juga pergi?"
        "Ya. yang dijadwalkan adalah aku, hyung dan Kyu. Kami sudah siap."
        "Kalian pergi saja duluan, nanti aku menyusul."
        "Hmm... ya, hyung."
        Otakku sibuk berpikir ketika aku mandi. Bagaimana mungkin tiba-tiba Mimi menerima jadwal menghadiri reality show untuk kami? Acaranya jam 10 pagi ini, dan acara itu live, sampai jam 12 siang. Aku tak mungkin sempat ke airport lagi. Aku harus memberitau Xili. Selesai mandi, aku menyambar sepotong roti dan menjejalkannya ke mulutku, lalu kembali ke kamarku. Aku bersiap-siap secepat mungkin, sambil mengetik pesan.