Mohon tunggu...
Sri Romdhoni Warta Kuncoro
Sri Romdhoni Warta Kuncoro Mohon Tunggu... Buruh - Pendoa

• Manusia Indonesia. • Penyuka bubur kacang ijo dengan santan kental serta roti bakar isi coklat kacang. • Gemar bersepeda dan naik motor menjelajahi lekuk bumi guna menikmati lukisan Tuhan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Aku, Hud Hud, dan MALAIKAT

23 Juni 2018   15:55 Diperbarui: 23 Juni 2018   16:06 1120
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sore ini cuaca sungguh cerah. Bulan ini yang normalnya intensif hujan sepertinya tak berkehendak. Aku menatap tingkah laku manusia berjejeran ditempatku. Sebaliknya mereka mengamati tarianku.

"Kyai slamet lagi bete, ya bu?". Tangan anak itu menjulurkan mentimun ke mulutku. Tidak aku gubris. Aku cuek habis.

"Taruh saja disitu nak", saran si ibu pada anaknya.

Sore berkibar lebat. Keramaian mengapung dendam. Aku melenggang kangkung. Kemana hud-hud? Ocehannya tidak terdengar. Pandanganku menyapu setiap sudut. Kakiku kuajak menjamahi lekuk-lekuk tanah seputaran kandang. Dimana dia?

"Kyai.....". Pandanganku kuarahkan ke sumber suara. Aku mendekat. Kulihat hud-hud tiarap. Mukanya pucat mayat.

"Kenapa kamu?". Hud-hud hanya terpana matanya melotot paruhnya gemetar.

"Lihat sosok yang berdiri disana bersayap seperti aku". Hud-hud menunjuk. Pandanganku mengikuti arahannya.

"Ada apa dengan dia?". Hud-hud tidak menjawab. Getar ketakutan terpancar dari rautnya.

"Aku mohon pamit, kyai"

"Lho, mau kemana? Ini sudah mendekati rembang senja. Bukankah pandanganmu selalu menurun?"

"Aku mau ke Jabalkat, tempat paling aman...". plash! Ia melesat cepat. Baru kali ini aku melihat ia terbang secepat kilat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun