Pertanian berkelanjutan. Mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan untuk memastikan peningkatan produksi pangan tidak merusak lingkungan; manajemen sumberdaya alam. Mengelola sumberdaya alam secara bijaksana untuk memastikan ketersediaan jangka panjang.
Program makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming memang ambisius dan dirancang untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Beberapa tantangan dan pertimbangan serius terkait beban anggaran dan dampak ekonomi yang harus diperhatikan.
1. Beban anggaran dan ruang fiskal
Anggaran besar. Pada tahap awal, program ini memerlukan Rp 100 triliun-Rp 120 triliun, dengan Rp 50 triliun-Rp 60 triliun diharapkan berasal dari APBN. Pada saat berjalan penuh, program ini akan membutuhkan Rp 450 triliun, setara dengan 13,5% dari APBN 2024. Ini menunjukkan beban anggaran yang sangat besar; ruang fiskal terbatas. Dengan defisit APBN 2023 sebesar Rp 347,6 triliun dan rasio utang terhadap PDB yang sudah mencapai 38%, ruang fiskal pemerintah sangat terbatas. Menambah program besar seperti ini akan mempersempit ruang fiskal lebih lanjut.
2. Sumber pendanaan alternatif
BUMDes, UMKM, dan Koperasi. Konsolidasi BUMDes, UMKM, dan koperasi untuk rantai pasok memang baik dalam jangka panjang, tetapi memerlukan waktu dan investasi untuk mencapai efisiensi yang diharapkan; utang dan pencetakan uang. Menambah utang akan meningkatkan beban utang jangka panjang, sementara mencetak lebih banyak uang dapat memicu inflasi, yang berdampak negatif pada ekonomi.
3. Prioritas anggaran
Persaingan dengan program lain. Anggaran besar untuk makan siang gratis dapat mengurangi alokasi untuk program lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Anggaran pendidikan yang sudah mencapai 20% dari APBN masih belum cukup untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia; efek ganda pada ekonomi. Program konsumtif seperti ini memberikan manfaat langsung namun mungkin tidak memberikan efek ganda yang signifikan pada perekonomian. Investasi dalam pendidikan dan penciptaan lapangan kerja dapat memberikan dampak jangka panjang yang lebih baik.
4. Risiko jangka panjang