Sedang asyiknya kami membahas bola, tiba-tiba ada tangan yang menjawil bahuku, aku tengok ternyata Fira. Dia duduk di sebelahku sambil tersenyum, tapi aku bisa lihat raut wajahnya yang sangat lelah. Aku balas tersenyum sembari berkata, "Hai...sudah datang? Pulang jam berapa tadi malam, aku dengar kamu pulang pagi lagi?"
"Iya, aku pulang jam 2 pagi, pengennya datang siang, tapi jam 10 ini akan ada conference call."
"Kapan closing?"
"Rencananya besok."
"O ya?" Aku sangat senang mendengarnya, setidaknya sebentar lagi aku bisa melihat Fira yang lebih menyenangkan karena punya banyak waktu.
"Ya, makanya aku harus ngebut menyelesaikan semuanya, duh rasanya nervous banget deh. Kamu tau aku pengen apa sesudah closing?" Fira menatapku, matanya berbinar-binar, aku menggeleng,
"Aku pengen ke Bali, ke vila tante Wiwiek di Ubud, kan sepi tuh, nah aku mau tidur di sana tanpa diganggu telepon, hp, laptop, e-mail, pokoknya aku mau kabur seminggu. Kayaknya pulangnya nanti baru aku bisa fresh deh.
"Atau kamu gak pengen pulang lagi, karena keenakan." Fira tertawa mendengar kata-kataku, dia manggut-manggut, mungkin saja timpalnya.
"Nanti makan siang mau nggak?" aku Tanya Fira, aku kangen makan siang dengannya.
"Bukannya mau atau tidak Ran, bisa atau tidak. Kamu kok kesannya kalau aku gak lunch sama kamu karena aku nggak mau, aku selalu mau, tapi nggak bisa hari ini."
"Oke bu. Sori salah pilih kata-kata. Lupa aku ngomong sama lawyer, hehe...." Fira ikut tertawa.