Mohon tunggu...
Muhammad Adib Mawardi
Muhammad Adib Mawardi Mohon Tunggu... Lainnya - Sinau Urip. Nguripi Sinau.

Profesiku adalah apa yang dapat kukerjakan saat ini. 😊

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Botol Jin dan Tiga Orang Pemuda

1 Januari 2021   08:00 Diperbarui: 1 Januari 2021   13:47 808
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bak.. Buk.. Bak.. Buk..

Tiba-tiba ia merasakan hantaman benda yang sangat keras secara bertubi-tubi menimpuk badannya, sehingga ia pun jatuh tersungkur ke atas tanah. Untuk beberapa saat, dunia terasa begitu gelap dalam pandangannya.

Ia begitu bingung atas keadaan ini. Belum usai kebingungannya, ia merasa ada sosok yang teramat berat menindihi badannya.

"Kurang ajar, kamu jin. Kau kurung aku selama setahun di tempat jahanam ini." kata Tarno sambil mencengkeram badan jin.

"Loh, bukankah kenikmatan dan privasimu sudah kucukupi selama setahun ini?" jawab jin dengan nada takut bercampur bingung.

Bak.. Bik.. Buk..

Tarno kembali melayangkan bogem mentah ke arah tubuh si jin dengan pandangan melotot tajam ke arahnya.

"Nikmat? Privasi katamu? Tak kusangka, kau berani-beraninya nipu aku."

"Nipu apa?" jin bertambah bingung.

Bak.. Bik.. Buk.. Tarno melayangkan pukulan keras kembali sambil melepas cengkeramannya dari badan si jin.

"Ayo kita duel di sini sampai mati!" tantang Tarno pada si jin dengan perasaan geram setengah mati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun