Mohon tunggu...
Daniel H.T.
Daniel H.T. Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Bukan siapa-siapa, yang hanya menyalurkan aspirasinya. Twitter @danielht2009

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Napak Tilas Penyaliban Yesus pada Kasus Ahok

11 Mei 2017   22:07 Diperbarui: 12 Mei 2017   17:05 3131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Djarot, sahabat sejati Ahok, yang tak kuasa menahan tangisnya saat ikut bernyanyi bersama konser rakyat pendukung Ahok di Balai Kota, yang dipimpin oleh Addie MS, 10 Mei 2017 (Tribunnews.com)

Ahok tertawa begitu pun dengan para staf yang ada di sana. Tak ada yang berpikir bahwa ucapan Ahok benar-benar kenyataan (Tribunnews.com).

 Siapa yang tahu, mungkin saja Ahok pun sebelumnya telah berdoa, sebagaimana Yesus berdoa di Taman Getsemani sesaat sebelum Dia ditangkap dan akhirnya dihukum mati dengan cara disalibkan:

"Ya BapaKu, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Ahok Tetap Mengandalkan Tuhan

Kini, Ahok sudah masuk penjara.

Namun, sebagaimana yang sudah kita saksikan sampai dengan saat dia dibawa ke Lapas Cipinang, dan kesaksian beberapa orang yang menjenguknya di penjara, di antaranya Gubernur sekaligus  sahabat sejatinya, Djarot Saiful Hidayat, Ahok tetap tegar dan tenang menghadapi cobaan yang pasti berat ini.

Djarot, sahabat sejati Ahok, yang tak kuasa menahan tangisnya saat ikut bernyanyi bersama konser rakyat pendukung Ahok di Balai Kota, yang dipimpin oleh Addie MS, 10 Mei 2017 (Tribunnews.com)
Djarot, sahabat sejati Ahok, yang tak kuasa menahan tangisnya saat ikut bernyanyi bersama konser rakyat pendukung Ahok di Balai Kota, yang dipimpin oleh Addie MS, 10 Mei 2017 (Tribunnews.com)
Demikian juga dengan keluarganya: istri tercinta: Veronika Tan, dan ketiga anaknya, Nicholas Purnama, Nathalia Purnama, dan si bungsu yang lucu, Daud Purnama; ibunya, Buniarti Ningsih, serta saudara-saudaranya, mereka semua sejak lama dekat dengan Tuhan, tentu akan tegar pula menghadapi cobaan yang berat ini.

Seberapa hebat pun penderitaannya akibat dari kebencian kelompok-kelompok orang tertentu terhadapnya, Ahok tidak hanya berucap sebatas di bibir, tetapi sungguh-sungguh tetap percaya dan tetap mengandalkan Tuhan Yesus yang ia percaya selalu berada di sampingnya.

Sebagaimana pernah beberapakali Ahok berkata, di antaranya di beberapa acara Mata Najwa, dengan mengutip Filipi 1:21: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Dan tentu Ahok juga akan tetap tegar, karena pasti Ia tahu dan percaya dengan apa juga tertulis di Alkitab:

Diberkatillah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan (Yeremia 17:7)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun