Mohon tunggu...
Giande HIkki
Giande HIkki Mohon Tunggu... -

seorang pengangguran yang demen nulis dan nonton

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Madcow (Terry and Pren Series)

16 Maret 2011   02:36 Diperbarui: 26 Juni 2015   07:45 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“ Gak juga, hmm kalau nomor 3 gimana Mes? “

“ Boro – boro, yang ditanya apa aja aku ga ngerti, Eh Sep tau nomor terakhir? Nomor 4?

“ Bentar aku baca dulu………… Ga tau juga. “

Yosep sama Hermes jadi pasrah, sekitar mereka duduknya ya anak – anak malas setipe, jadi kalau untuk tes mendadak jelas sama – sama tidak bisa. Terry juga demikian, mau nyontek tapi mau tanya siapa? Kanan kiri depan belakang , semua ya sama – sama bingung. Mau nyontek ?tidak ada persiapan karena mendadak. Kondisi benar – benar membuat Terry pasrah, ia pasrah mengisi asal sekedarnya pokoknya kelihatan meyakinkan. Terry mengisi sambil komat kamit berdoa agar tesnya di periksa pada tengah malam saat Pak Darwin udah berada dalam kondisi mata 5 watt, jadi mungkin aja jawabannya terlihat benar dan dikasih nilai bagus. Lagi berpikir gimana mengisi jawabannya, Terry mendapat pemandangan yang lagi – lagi membuatnya kaget. Dia melihat Candra begitu tenang dan santai mengisi lembar jawabannya.

“ Hebat benar Candra, ga kusangka. …hmm tapi jangan – jangan kasusnya sama dengan catatan kalkulus….tapi ga mungkin ah, masa ia begitu nekat isi asal. Di lihat dari kemantapannya sepertinya memang dia mengerti jawaban soal – soal yang diberikan. Ah coba saja aku tanya dia, daripada aku isi asal. “ Pikir Terry dalam hati

Terry berusaha memanggil Candra yang duduk  kursi di sebelah kanan depannya.

“ Cann…sst… Can… “ Panggil Terry dengan super hati – hati. Tapi tidak ada tanggapan dari Candra. Terry tida menyerah, ia berusaha manggil Candra lagi kali ini dengan volume lebih besar .

“ Cannn. … Uiii…. Cann . “ Panggil Terry, tapi usahanya yang kedua juga gagal total. Candra tidak memberikan reaksi. Terry mulai berpikir jangan – jangan Candra ini budek? Ah tidak mungkin , mungkin hanya terlalu konsentrasi. Terry berpikir untuk mengganti siasat. Kali ini ia mencoba melempar kertas ke Candra. Terry lebih hati – hati lagi jangan sampai saat dia lempar ketahuan oleh Pak Darwin. Saat Pak Darwin menoleh memperhatikan bagian lain, Terry langsung memanfaatkan kesempatan itu …

Syuttt…Plakkk

Kertas  berhasil tiba di target , punggung Candra dengan sukses. Terry harap – harap cemas menunggu reaksi dari Candra. Berhasil Candra merespon lemparan kertas Terry. Badan Candra bergerak – gerak.

“ Pasti dia kerasa kali ini “ Pikir Terry

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun