Mohon tunggu...
Pasu Sibarani
Pasu Sibarani Mohon Tunggu... Akuntan - Akuntan

NIM: 55522120006 - Magister Akuntansi - Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas Mercu Buana - Dosen: Prof. Dr, Apollo, M.Si.Ak

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Memahami Peluang dan Tantangan Perpajakan Controlled Foreign Corporation di Indonesia Menggunakan Pendekatan Teori Pierre Bourdieu

28 Juni 2024   23:17 Diperbarui: 28 Juni 2024   23:25 256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
EU Tax and Customs/QSV Group

Contoh penerapan aturan CFC misalnya  seorang warga negara Indonesia memiliki 60% saham dalam perusahaan yang berbasis di negara dengan pajak rendah. Perusahaan ini memperoleh pendapatan pasif yang signifikan dari investasi keuangan. Aturan CFC Indonesia dapat mengenakan pajak pada pendapatan pasif tersebut sebagai bagian dari pendapatan kena pajak pemilik saham di Indonesia, meskipun pendapatan tersebut tidak didistribusikan kepada pemiliknya. 

Pierre Bourdieu, Habitus, Kapital hingga Arena

Pierre Bourdieu adalah seorang sosiolog dan filsuf Prancis yang dikenal karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang sosiologi, antropologi, dan teori sosial. Bourdieu adalah salah satu pemikir paling berpengaruh dalam ilmu sosial pada abad ke-20. Karya-karyanya mencakup berbagai topik, termasuk pendidikan, budaya, seni, ekonomi, dan politik, dengan fokus utama pada hubungan antara kekuasaan, struktur sosial, dan praktik individu.

Bourdieu lahir di Denguin, sebuah desa kecil di Prancis selatan. Ia belajar di cole Normale Suprieure di Paris, di mana ia mendapatkan gelar dalam filsafat. Setelah lulus, Bourdieu mengajar di Aljazair selama perang kemerdekaan negara tersebut, pengalaman yang sangat memengaruhi pandangannya tentang masyarakat dan kolonialisme.  

Setelah kembali ke Prancis, Bourdieu mulai bekerja di bidang sosiologi, pertama di Centre de Sociologie Europenne di Paris dan kemudian di Collge de France, di mana ia menjadi profesor sosiologi. Di sinilah ia mengembangkan banyak konsep teoritisnya yang terkenal.

Pierre Bourdieu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami bagaimana struktur sosial mempengaruhi tindakan individu dan bagaimana kekuasaan didistribusikan dan dipertahankan dalam masyarakat. Karyanya telah mempengaruhi berbagai disiplin ilmu, termasuk sosiologi, antropologi, pendidikan, dan studi budaya. 

Bourdieu dikenal karena metode penelitiannya yang komprehensif, yang menggabungkan analisis statistik dengan etnografi dan teori kritis. Pendekatan interdisiplinernya membantu membuka jalan bagi banyak penelitian modern yang mengkaji hubungan antara struktur sosial dan praktik individu. 

Beberapa teori utama Bourdieu antara lain:

1. Habitus

dokpri
dokpri

Habitus merupakan salah satu konsep kunci dalam teori sosial Pierre Bourdieu yang merujuk pada struktur disposisi sosial yang tertanam dalam individu. Habitus dibentuk oleh lingkungan sosial dan pengalaman hidup seseorang, dan berfungsi sebagai pedoman untuk tindakan, persepsi, dan nilai-nilai mereka. Konsep ini menjelaskan bagaimana aspek-aspek sosial yang lebih luas terinternalisasi dalam diri individu dan kemudian mempengaruhi cara mereka berperilaku dan berpikir. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun