"Coba kaubidik mangga yang kaumaksud, Nak."
"Baik, Kek"
Ia mulai menggenggam kuat busur panah itu dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya mulai menarik satu anak panah dari wadah di punggungnya. Lekas ia pasang anak panah pada posisinya, kemudian dengan perlahan ia tarik busur bersamaan dengan ekor anak panah itu. Ia yakin bidikannya sudah sangat tepat.
"Slaaatttt!" Melesat cepat anak panah itu setelah dilepaskan dari busurnya. Ia perhatikan, anak panahnya tidak mengenai sasaran. Justru tersangkut di ranting-ranting sisi lain pohon mangga itu.
"Begitulah, Kek. Sepertinya aku memang tak berbakat memanah."
"Tenangkanlah dirimu sejenak, Nak. Coba kita evaluasi apa yang baru saja terjadi."
"Perhatikan anak panah yang baru saja kaulepaskan itu, di situlah kekuatanmu. Anak panah itu mampu menerobos ranting-ranting pepohonan dan dedaunan baik sebelum dan sesudah melewati mangga tujuanmu. Itu berarti dirimu mempunyai tenaga yang kuat untuk menarik busur panah. Akan tetapi, dirimu menilai kerataan tempat membidik terlalu penting. Sehingga justru kauabaikan dedauanan dan ranting pohon yang merintangi anak panahmu menuju mangga yang kautuju. Tembakanmu memang kuat, bahkan bidikanmu mungkin saja sudah tepat, tapi sentuhan anak panah dengan rintangan berupa dedaunan dan ranting pohon dapat merubah arah anak panah. Renungkanlah, dan perlahan coba kaupahami hasil evaluasi ini."
"Baik, Kek. Tampaknya aku mulai mengerti."
Kemudian, ia membidik mangga itu dari arah yang lain. Tempatnya berbatu cukup tajam dan sedikit miring, tapi dari situ tak ada rintangan yang akan menghalangi anak panahnya untuk mengenai sasaran. Kembali ia mulai membidikkan panahnya, dan "Slaaaattt!" Anak panah yang dilepaskannya pun menyerempet kulit mangga yang diincarnya. Satu senyuman ia pamerkan pada sang kakek. Ia tampak bangga dengan keberhasilannya yang semakin dekat.
Ia berjalan ke arah sang kakek dan sesekali wajahnya menampakkan kesakitan karena kakinya baru saja bertumpu pada batu tajam.
"Bagaimana, Kek? Menurutku sendiri, aku sudah mulai puas dengan apa yang aku bisa."