Mohon tunggu...
Roeslan Hasyim
Roeslan Hasyim Mohon Tunggu... Editor - Cerpen Mingguan

Penyiar Radio Mahardhika Bondowoso, Pengajar Prodi PSPTV dan Perfilman SMKN 1 Bondowoso

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Pohon

7 Februari 2021   08:59 Diperbarui: 7 Februari 2021   09:09 376
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"oh ya, kamu Tanya apa tadi?"

"Aku Tanya, kamu lebih suka mana. Tempat ini atau yang tadi?"

"Sama-sama indah dan luar biasa keren. Tapi aku masih heran, kenapa kamu memilih tempat itu untuk menanam rambutan?"

"Eeeem, aku harus mulai dari mana ya.?" Diam sejenak, mengambil nafas dalam-dalam, menghirup kesegaran hutan setelah beberapa jam sebelumnya diguyur oleh hujan.

"Kamu tahu kan. Aku tinggal hanya dengan ayahku saja selama ini?"

"Iya tahu lah. Kan aku sering ke rumahmu."

"Kamu tahu kan kalau ibuku juga sudah mati?"

"Paham. Paham kok." Metty terdiam seperti seakan mencari jawaban antara pohon rambutan dan keluargaku.

"Kamu bingung kan." Sela ku ditengah-tengah Metty memikirkan hal yang sebenarnya tak pernah ia ketahui.

"Iya. Coba kamu jelaskan!" Ucapnya keluar dari bibir manisnya.

"Sebelum ibuku meninggal. Ibu terbiasa susur hutan. Maklumlah, dia adalah pecinta alam."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun