Mengubah mindset dalam menyelesaikan kesulitan, tidak reaktif akan tetapi reaktif, pikir secara matang tidak teburu-buru dan menciptakan suasana tenang dalam berpikir dan bertindak. Setelah mempelajari materi PSE ini saya jadi mengetahui bagaimana untuk mengembalikan fokus dan mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional dalam kelas, kegiatan sekolah dan budaya positif. Saya mendapat inspirasi berupa contoh-contoh yang dapat saya modifikasi dan adaptasi untuk diterapkan. Melalui proses pembelajaran ini, saya menyadari bahwa KSE sangat diperlukan oleh guru untuk melakukan berbagai kegiatan dan untuk mengoptimalkan potensi siswa.
4. Cautions (Kendala)
Kendala yang dihadapi adalah bersamaan dengan tugas tambahan sekolah yang menyebabkan CGP harus bisa memanajemen waktu dalam mengerjakan tugas ada di LMS. Mengubah mindset teman sejawat dan peserta didik tidak semudah yang kita bayangkan membutuhkan proses yang cukup menyita energi dan pemikiran. Belum lagi signal yang tidak bersahabat dan aplikasi dari LMS nya yang seringkali terkendala (error) membuat pikiran semakin galau.
5. Creativity (Ide/Gagasan)
CGP akan berusaha mencoba untuk menerapkan pembelajaran sosial emosional di kelas dan membagikan praktik baik ini kepada rekan guru yang lain sehingga perubahan akan lebih cepat dirasakan murid. Perlu diadakan kolaborasi, membuka ruang pikiran untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan seluruh warga sekolah khususnya guru-guru untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berpusat pada anak dengan menerapkan pembelajaran sosial emosional.
Dengan mempelajari modul PSE, saya dapat mengenali perasaan, mengelola diri, memahami orang lain, membangun komunikasi, dan mengambil keputusan dengan lebih baik. Sehingga, saya akan bisa melaksanakan pembelajaran dan berbagai kegiatan baik kegiatan di sekolah, di masyarakat, dan di keluarga dengan lebih baik dan bertanggung jawab.
Melalui penerapan KSE, saya yakin siswa akan menjadi orang yang mampu menghadapi masalah, menemukan solusi atas masalahnya, dan menjadi orang yang berkarakter baik.
6. Process (Kesimpulan)
Sebagai calon guru penggerak harus mampu menciptakan merdeka belajar dengan memulai dari diri sendiri. Bergerak dengan mengimplementasikan pembelajaran sosial emosional dalam kegiatan sehari-hari, selanjutnya menggerakkan warga sekolah dengan membuat komunitas praktisi yang mampu bersinergi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berpihak pada murid.
Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.
Pembelajaran sosial dan emosional bertujuan untuk
- Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi
- Menetapkan dan mencapai tujuan positif
- Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain membangun dan
- Mempertahankan hubungan yang positif serta
- Membuat keputusan yang bertanggung jawab.