Mohon tunggu...
Shaaiary
Shaaiary Mohon Tunggu... Penulis - Just friend.

Logophile.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Gadis Miskin

11 Februari 2022   08:49 Diperbarui: 11 Februari 2022   08:55 348
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Malah jualan kue keliling untuk membantu ibu dan biaya sekolah adikku.

Rasa malu menjalar keseluruh tubuh jika harus berhadapan dengan teman-temanku dulu.

"Lah, jualan kue, Rani? Nggak kuliah? Kasian banget."

Setidaknya begitu ucapan mereka ditambah tatapan nyinyir. Ingin sekali kulemparkan kue ini ke wajah mereka.

Ucapan yang sama sekali tak bisa menjaga perasaan. Ya! Aku memang mudah tersinggung.

Di bawah teriknya matahari, aku harus berjalan kaki untuk jualan kue. Kadang menitipkan beberapa kue ke warung-warung. Sebelum jam tiga sore memang aku sudah pulang. Kue yang kubawa, ludes terjual. Ya, gimana nggak ludes. Kuenya enak, harganya pun cuma seribu rupiah.

Kualat emang kalau nggak laku.

 Sementara perjalanan pulang, aku rehat sebentar di pinggiran toko, menghitung hasil jualanku hari ini.

Yah, lumayanlah.

Aku beringsut dari tempat duduk, tapi sebelum kulangkahkan kaki lebih jauh. Seorang pria menegurku dari belakang.

"Rani?" 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun