Mohon tunggu...
YUSRIANA SIREGAR PAHU
YUSRIANA SIREGAR PAHU Mohon Tunggu... Guru - GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Nama : Yusriana, S.Pd, Lahir: Sontang Lama, Pasaman. pada Minggu, 25 Mei 1975, beragama Islam. S1-FKIP UMSB. Hobi: Menulis, membaca, menyanyi, baca puisi, dan memasak.Kategori tulisan paling disukai artikel edukasi, cerpen, puisi, dan Topik Pilihan Kompasiana.

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) Bagiku dan Kamu di Tahun 2025

31 Desember 2024   15:05 Diperbarui: 31 Desember 2024   15:27 45
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustasi gambar finansial: Foto Diolah kompasiana dari sumber: SHUTTERSTOCK/MELIMEY via kompas.com

Tips menabung emaspun, jangan dijual. Tapi sistem gadai di bank saja. Biarkan saja emas itu di bank, kita memakai dana hasil gadainya saja. Tentu kita pilih gadai syariah, ya. Biasanya bank daerah lebih murah jasanya dari bank konvensional lain.

Menabung emas mengapa sebaiknya tidak dijual? Ketika kita membutuhkan dana pendidikan mendesak digadaikan melalui sistem gadai syariah lebih menguntungkan jangka panjang bagi kita yang uangnya pas-pasan.

Dengan sistem gadai syariah ini, kita tetap mempertahankan kepemilikan emas dan  mendapatkan dana tunai sesuai nilai taksiran emasnya saat gadai. Keuntungan lain dari gadai syariah adalah adanya prinsip bagi hasil yang lebih transparan dibandingkan bunga sehingga lebih sesuai bagi yang mengutamakan keuangan berbasis syariah. 

Kemudian dengan mempertahankan emas di bank, nilai emas tetap mengikuti harga pasar yang selalu meningkat seiring waktu. Sebaliknya, jika emas dijual, kita akan kehilangan potensi keuntungan jangka panjangnya.

Dengan sistem gadai, kita bisa melunasi pinjaman dan mengembalikan emas ke tangan kita tanpa kehilangan aset tersebut. Bisa dilakukan kapan saja ketika sudah memiliki dana. Cara ini memungkinkan kita tetap memiliki tabungan sekaligus mendapatkan likuiditas untuk kebutuhan mendesak.

Pengalamanku tahun 2019 membeli emas 1 jt 500 ribu rupiah per 1 mas/2.5 gram. Waktu itu 10 mas berarti 15 juta. Ternyata saat emas itu digadai tahun 2020 harga emas naik menjadi 2 juta 300 ribu per emas. Simpananku berarti menjadi 23 juta. Untung 8 juta. Bayangkan andai aku jual di tahun 2019 itu emasnya, bukan digadai. Aku rugi 8 juta. 

Begitupun tahun ini, 2024 harga emas sudah mencapai 3 juta 400 ribu rupiah. Berarti tabungan menjadi 34 juta rupiah. Mudahan sudah faham ya.

Biarkan saja emas itu di Bank. Jangan ngoyo untuk nebus bila dana belum ada. Akali saja uang jasa simpannya atau pihak bank menyebut hujrah. Nanti ketika kita berkesempatan lagi meminjam uang di koperasi sekolah, lunasi, dan sisa pelunasan belikan lagi emas baru meskipun tidak berat.

Sistem ini bisa kita putar terus setiap tahun hingga anak-anak lulus kuliah. Mudahan nanti emas bertambah dan anak-anak pun lulus kuliah. Inilah model investasi sederhana yang kami jalankan di sekolah. Menabung emas meski dengan berutang di koperasi sekolah.

Koperasi terbantu hidup, roda uang di bank pun berjalan, dan pendidikan anak-anak pun terjamin dengan gaya hidup ini.

5. Gunakan Fasilitas Keuangan dengan Bijak

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun