Sama seperti aku dulu, sang istri panik melihat darah yang mengalir di selangkangannya. Sang istri juga berusaha bangkit berdiri meminta pertolongan. Namun aku menahannya. Aku mengunci mulutnya dengan cengkeramanku. Lalu aku mencekik lehernya. Setelah itu aku melepaskan tanganku dari lehernya. Terlihat dia menarik oksigen sebanyak mungkin.
"Siapa kamu makhluk...jahat?" tanyanya padaku saat aku sengaja menampakkan diri di hadapannya. Ya, sekarang dia bisa melihatku.
"Aku Gandhari." Jawabku santai.
"Ga...Gandhari?"
"Iya aku Gandhari. Aku dulu adalah wanita simpanan suamimu."
"A... apa?" tanyanya gemetar.
"Iya, aku wanita simpanan yang telah dibunuh oleh suamimu. Oh iya, dia juga telah membunuh jabang bayiku."
"Kamu...mau balas dendam?" Tanyanya dengan suara terbata karena ketakutan.
"Tentu, suamimu yang telah membuatku gentayangan seperti ini. Jadi dia harus menanggung apa yang telah dia lakukan padaku."
"Suamiku?"
"Iya suamimu, siapa lagi kalau bukan suamimu?"