Mohon tunggu...
Neneng Maulyanti
Neneng Maulyanti Mohon Tunggu... Dosen - perempuan

pensiunan PNS dan dosen

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sosiologi: Startifikasi Sosial

11 Desember 2021   14:37 Diperbarui: 11 Desember 2021   15:10 1231
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bentuk Stratifikasi Sosial

Bentuk stratifikasi sosial erat kaitannya dengan proses timbulnya pelapisan dalam masyarakat. Adapun stratifikasi sosial dapat terbentuk dengan sendirinya, dan dapat pula dibentuk secara sengaja  untuk memenuhi suatu tujuan bersama.

Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya 

stratifikasi usia (age stratification). Dalam sistem ini, anggota masyarakat yang berusia lebih muda mempunyai hak dan kewajiban berbeda dengan anggota masyarakat yang lebih tua. Dalam hukum adat masyarakat tertentu, anak sulung memperoleh prioritas dalam pewarisan harta atau kekuasaan. Contohnya: Elizabeth yang merupakan putri sulung raja Inggris George, diangkat menjadi ratu kerajaan Inggris, tatkala ayahnya meninggal dunia pada tahun 1952.

Stratifikasi jenis kelamin (sex stratification) juga didasarkan pada faktor perolehan: sejak lahir laki-laki dan perempuan memperoleh hak dan kewajiban yang berbeda, dan perbedaan tersebut sering mengarah ke suatu hierarki. Dalam banyak masyarakat, status laki-laki lebih tinggi daripada perempuan. Laki-laki sering memperoleh pendidikan formal lebih tinggi daripada perempuan. Partisipasi perempuan dalam dunia kerja relatif lebih terbatas dibandingkan dengan laki-laki.

Stratifikasi kekerabatan (family stratification). Dalam keluarga (family), setidaknya terdapat dua bentuk keluarga, yaitu keluarga inti (nuclear family), yang tediri atas suami, istri, dan keturunan langsung, serta keluarga besar (extended family) yang terdiri atas sejumlah keluarga di luar keluarga inti, seperti kakek, nenek, paman, bibi, dan sebagainya. Di dalam keluarga inti dan keluarga besar, terdapat perbedaan antara hak dan kewajiban berbentuk hierarki.

Stratifikasi keagamaan (religious stratification). Stratifikasi jenis ini terkait dengan kedudukan agama atau kepercayaan yang dianut oleh anggota masyarakat. Di dalam masyarakat majemuk, didapati perbedaan antara agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat dengan agama yang dianut oleh masyarakat minoritas.

Stratifikasi etnik (ethnic stratification) atau stratifikasi ras (racial stratification). Pembedaan hak dan kewajiban warga masyarakat berdasarkan warna kulit atau kebudayaan yang dapat kita jumpai antara lain di Israel, di mana orang Palestina dan Arab tidak mempunyai hak yang sama dengan orang Yahudi. Di Jepang dijumpai perbedaan antara hak dan kewajiban orang Jepang asli dan orang keturunan Korea. Tatkala di Afrika Selatan masih berlaku sistem apartheid, dijumpai pembedaan hak dan kewajiban antara orang kulit hitam dan orang kulit putih.

Stratifikasi yang sengaja dibentuk 

Stratifikasi sosial bisa dibentuk dengan sengaja demi kepentingan bersama. Adapun stratifikasi yang dibentuk, didasari atas tingkat pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi/kekayaan.

stratifikasi pendidikan (educational stratification): hak dan kewajiban warga masyarakat sering dibeda-bedakan atas dasar tingkat pendidikan formal yang mereka raih. Dengan kata lain, stratifikasi pendidikan melibatkan gelar akademis yang dimiliki individu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun