Mohon tunggu...
Nechin Rilus
Nechin Rilus Mohon Tunggu... Relawan - Aktivitis Kebenaran

Simple Life

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Relasi Aku dan Engkau dalam Pandangan Gabriel Marcel: Sebuah Analisis

16 Juli 2024   07:48 Diperbarui: 16 Juli 2024   07:50 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Marcel menekankan bahwa hubungan yang otentik terjadi ketika seseorang memperlakukan orang lain sebagai "Engkau" dalam bentuk subjek, bukan sebagai "Itu" dalam bentuk objek. Hal ini berarti bahwa setiap individu harus diakui keberadaannya dengan segala kompleksitas dan keunikan yang dimilikinya. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk interaksi sosial, seperti saling mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan dukungan emosional, dan menghargai pendapat orang lain.

Salah satu contoh konkret dari penerapan konsep ini adalah dalam hubungan keluarga. Ketika anggota keluarga saling memperlakukan satu sama lain sebagai subjek yang setara, bukan sebagai objek yang hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tertentu, hubungan yang terjalin akan lebih harmonis dan penuh pengertian. Misalnya, orang tua yang memperlakukan anak mereka sebagai individu yang memiliki suara dan hak untuk didengarkan cenderung membangun hubungan yang lebih kuat dan positif dengan anak mereka.

Di tempat kerja, hubungan antar kolega juga dapat diperkaya dengan penerapan konsep relasi Aku dan Engkau. Ketika rekan kerja saling menghargai pandangan dan kontribusi masing-masing serta memperlakukan satu sama lain dengan respek, lingkungan kerja menjadi lebih produktif dan kolaboratif. Hal ini dapat dilihat dalam pemberian umpan balik yang konstruktif, komunikasi yang terbuka, dan kerjasama dalam menyelesaikan tugas-tugas harian.

Selain itu, dalam pergaulan sosial, kemampuan untuk melihat dan memperlakukan orang lain sebagai subjek yang setara sangat penting dalam membentuk komunitas yang inklusif dan suportif. Kesadaran akan pentingnya hubungan yang otentik membantu mengurangi prasangka dan meningkatkan rasa empati serta pengertian di antara individu yang berbeda latar belakang.

Secara keseluruhan, penerapan konsep relasi Aku dan Engkau dalam kehidupan sehari-hari mendorong terciptanya interaksi yang lebih manusiawi dan bermakna, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas hidup individu dan komunitas secara keseluruhan.

6.2. Dalam Pendidikan dan Pembelajaran

Relasi Aku dan Engkau dalam pandangan Gabriel Marcel memiliki implikasi yang signifikan dalam konteks pendidikan dan pembelajaran. Relasi antara guru dan murid tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, melainkan interaksi yang mendalam dan penuh makna. Marcel menekankan pentingnya kehadiran dan keterlibatan pribadi dalam proses pendidikan, di mana guru dan murid saling mengakui keberadaan satu sama lain sebagai subjek yang utuh.

Marcel menggambarkan pendidikan sebagai sebuah dialog otentik antara Aku dan Engkau. Dalam konteks ini, dialog bukan hanya sekedar pertukaran informasi, tetapi sebuah interaksi di mana kedua pihak terlibat dengan penuh kesadaran dan keterbukaan. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu murid menemukan makna dan relevansi dari apa yang mereka pelajari.

Implikasi dari konsep ini dalam pendidikan adalah bahwa proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan hubungan yang autentik dan bermakna antara guru dan murid. Guru harus hadir secara penuh, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional dan intelektual, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan murid. Sebaliknya, murid diharapkan untuk aktif terlibat dalam pembelajaran, tidak hanya sebagai penerima pasif tetapi sebagai peserta yang kritis dan reflektif.

Dalam praktiknya, pendekatan ini dapat diterapkan melalui metode pembelajaran yang menekankan kolaborasi, diskusi, dan refleksi. Model pembelajaran aktif seperti project-based learning dan problem-based learning dapat menjadi contoh bagaimana relasi Aku dan Engkau diterapkan dalam pendidikan. Metode-metode ini mendorong interaksi yang lebih personal dan keterlibatan yang lebih tinggi antara guru dan murid, yang sesuai dengan pandangan Marcel tentang pendidikan.

Lebih lanjut, relasi Aku dan Engkau juga menuntut adanya penghargaan terhadap keberagaman dan keunikan setiap individu. Pendidikan harus mencerminkan penghormatan terhadap identitas dan pengalaman pribadi setiap murid, yang dapat diwujudkan melalui pendekatan yang inklusif dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan dan latar belakang murid.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
  15. 15
  16. 16
  17. 17
  18. 18
  19. 19
  20. 20
  21. 21
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun