III. METODE PENULISAN
Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendalami dan memahami fenomena sosial secara mendalam, termasuk dalam konteks studi pustaka. Penelitian kualitatif fokus pada interpretasi makna dari data yang dikumpulkan, sehingga cocok digunakan untuk mengeksplorasi konsep-konsep kompleks seperti hubungan antara generasi Z dan partisipasi politik.Â
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber teks, seperti buku, artikel jurnal, laporan riset, dan dokumen-dokumen terkait lainnya.
Penggunaan studi pustaka dalam penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengakses pengetahuan yang sudah terakumulasi dan mendalam tentang topik yang diteliti. Dengan mengeksplorasi literatur yang relevan, peneliti dapat membangun landasan teoritis yang kuat untuk mendukung argumen dan temuan dalam penelitian mereka.
 Selain itu, studi pustaka juga memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai perspektif dan pendekatan yang telah digunakan oleh peneliti lain dalam mengkaji topik yang serupa, sehingga memperkaya pemahaman mereka tentang fenomena yang sedang dipelajari.
Teknik pengumpulan data studi pustaka biasanya melibatkan langkah-langkah seperti identifikasi sumber-sumber yang relevan, pengumpulan informasi yang sistematis dari berbagai sumber, dan analisis mendalam terhadap teks-teks yang dipilih. Peneliti melakukan sintesis literatur untuk mengidentifikasi tema-tema utama, tren, atau konflik dalam literatur yang relevan dengan tujuan penelitian mereka. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengonstruksi narasi yang kohesif dan berbasis bukti dari literatur yang ada, yang kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan atau mengembangkan teori baru dalam konteks penelitian mereka.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tingkat Kepedulian Generasi Z terhadap Demokrasi
Generasi Z, yang akan menjadi kelompok pemilih signifikan pada Pemilu 2024, menunjukkan tingginya tingkat kepedulian terhadap demokrasi. Menurut penelitian Setiawan dan Djafar (2023), Gen Z dan Gen Y akan menjadi 53-55% dari total jumlah pemilih, menandakan peran penting mereka dalam menentukan hasil pemilu (Setiawan & Djafar, 2023).Â
Tingginya partisipasi pemilih muda dalam dua periode pemilu terakhir menunjukkan bahwa mereka dirangkul tidak hanya untuk meningkatkan jumlah suara, tetapi juga sebagai tanda adanya kesadaran politik di kalangan mereka. Generasi ini tidak hanya sekadar memberikan suara, tetapi juga aktif dalam mengkritisi dan memantau kinerja pemerintahan, menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap sistem politik yang berjalan.
Kesadaran politik di kalangan generasi Z juga ditandai dengan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan modernisasi dan kemajuan teknologi. Mereka mengandalkan media sosial dan platform digital untuk mendapatkan informasi politik dan berpartisipasi dalam diskusi serta debat politik.Â