Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Pasang Surut Hubungan AS-Tiongkok dalam Perspektif Sejarah Modern

26 Desember 2018   09:39 Diperbarui: 26 Desember 2018   09:48 780
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Maka Tiongkok sangat mengharapkan kedua belah pihak bisa berjalan bersama sebagai partner. Namun sekarang, hubungan Tiongkok-AS masuk dalam periode yang sangat sulit, para analis dan intelektual Tiongkok menyerukan warganya perlu adanya persiapan mental.

Para Analis Memandang Hubungan AS-Tiongkok 

Pada umumnya mereka melihat ada tiga perubahan struktural:

Pertama, dalam negeri AS terjadi perpecahan, golongan kanan dan kiri pecah sangat menyolok, bahkan sangat mencemaskan. Dengan kata yang lebih gamblang AS sudah memasuki masa menopause, sifatnya menjadi aneh-aneh tidak baik, sebanarnya sebelum ini sifatnya baik, sangat lucu, sangat percaya diri, kini menjadi sangat sensitif dan mudah marah-marah atau uring-uringan.

Kedua, sedang dari Tiongkok terjadi perubahan sangat percaya diri.

Ketiga, timbulnya faktor lain yang bersifat "manja" misalnya India, Vietnam, Jepang menjadi faktor "manja." Asalnya hubungan AS-Tiongkok memang mempunyai hubungan tidak baik, ditambah dengan kemanjaan pihak ketiga, maka secara struktural hubungan Tiongkok-AS menjadi lebih kurang baik.

Selain itu ada satu unsur yang bersifat komtemprer, yaitu presiden AS yang baru sekarang, yang berasal dari pedagang, yang menempat keuntungan dari segalanya, setiap saat selalu memperioritaskan untuk Amerika --- membeli barang Amerika, mempekerjakan warga Amerika, sangat sensitif, dan mudah tersinggung, kikir dalam perhitungan, sehingga menimbulkan ketidak pastian.

Trump oleh para netizen disebut Tuan yang tidak dapat diandalkan. Maka struktur hubungan berubah menjadi tidak menguntungkan, dan kini secara jangka pendek, karena adanya unsur kecil ini membuat hubungan Tiongkok-AS menjadi tidak nyambung.

Ditambah lagi dengan menjelang pemilu di AS, dalam upaya Trump untuk bisa memanangkan kembali untuk pemilu periode kedua untuk masa berkuasa 8 tahun, baru akan meninggalkan gelangang politik. Kita melihat ini merupakan jangka pendek, tapi perubahan struktural hubungan AS-Tiongkok akan menjadi panjang. Sehububngan dengan itu, selanjutnya akan timbul banyak persoalan, dikarenakan adanya berubahan struktural yang disebabkan sebagian golongan di AS ini, akan berakibat ketidak pastian dalam hubungan AS-Tiongkok, yang berakibat mulai akan timbulnya masalah.

AS Memposisikan Tiongkok Sebagai Lawan

Kini yang paling utama, AS memposisikan Tiongkok sebagai lawan strateginya. Sebelum ini AS memposisikan Tiongkok pada pihak yang tidak memuaskan dalam partner kerjasamanya. AS tidak merasa puas penuh dengan Tiongkok. Sehingga setiap hari memarahi Tiongkok. Namun pada akhirnya tetap saja bekejasama. Namun prinsipnya sebagai partner yang tidak memuaskan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun