Tetapi Marco tetap bersuara. Wajah Yusuf tampak memerah kesal. Ia berlari mengejar Marco.
Marco berlari sampai keluar. Rasa kesal Yusuf kepada Marco membuat Yusuf mengejarnya hingga keluar rumah. Ia mengejar Marco hingga ke depan gang kosannya.
Energi Yusuf sudah hampir habis. Perutnya sudah berbunyi karena lapar. Tetapi Marco tidak dapat di tangkap. Yusuf menyerah dan kembali ke dapur kosan.
Setibanya di dapur ia melihat perempuan dengan gamis berwarna hitam dan jilbab lebar berwarna merah. Perempuan itu sedang melanjutkan pekerjaan Yusuf memasak ayam lado hijau. Yusuf memperhatikan dengan seksama perempuan itu.
"Mama!!" Yusuf memeluk perempuan itu.
"Yusuf! Dari mana aja kamu, ayamnya sudah matang nih" kata perempuan itu membalas pelukan anaknya itu.
"Mama aku kangen mama." Tutur Yusuf.
"Mama juga kangen kamu, ayuk kita makan ayam lado koto gadang ini." Kata mama "Kamu hebat lo bisa masak ayamnya sendiri walaupun setengahnya sudah hancur." Sambung mama.
"Makasih maa." Ucap Yusuf. Yusuf dan mamanya segera mengambil nasi dan mulai makan.Â
Radhit datang dari luar rumah sambil menggendong Marco. Di tangannya ada goresan bekas cakaran Marco.
"Wahh.. Udah makan aja nih." Ucapnya sambil melepaskan Marco dari pangkuannya.