Mohon tunggu...
Kimi Raikko
Kimi Raikko Mohon Tunggu... karyawan swasta -

Just Another Days In Paradise \r\n\r\n \r\n\r\n\r\n \r\n\r\n

Selanjutnya

Tutup

Puisi

[MPK] Beib dan Surat-surat di Tahun 2073

10 Juni 2011   13:04 Diperbarui: 26 Juni 2015   04:39 281
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Beib! Kamu memanggilku beib. Hari ini kamu penuh kejutan.

Kamu sakit. Kita berpisah. Kamu selalu minta padaku untuk melupakanmu. Kemudian dengan ajaib kamu sembuh. Kita bersama.”

Aku diam. Kamu diam namun menatapku lembut.

Kenangan adalah serupa angin, yang tak pernah mampu kau rengkuh setelah ia berlalu. Serupa pasir yang akan lolos keluar dari sela-sela jemari tanganmu. Tidak ada kebahagiaan yang abadi. Memang. Sama seperti, seharusnya, tidak ada kepedihan yang kamu biarkan abadi.”

Perlahan aku bicara. Dan perlahan kamu memegang tanganku kemudian erat.

Iya, kamu mengatakan itu. Persis seperti surat ini. Surat perempuan ini. Terlalu banyak kebetulan dalam surat ini.”

Aku terdiam. Merangkai-rangkai apa yang ada. Ya, akhirnya aku harus menyetujuinya. Terlalu banyak kebetulan. Surat-surat ini seperti kita.

"Kamu percaya reinkarnasi?",

Aku tak mengangguk tak menggeleng tapi lirih berbisik,

"I love u beib"

Aku segera menghambur ke pelukanmu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun