Mohon tunggu...
Ila Heti
Ila Heti Mohon Tunggu... -

Perempuan sederhana

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Nyi Penggani

25 Oktober 2012   14:28 Diperbarui: 24 Juni 2015   22:24 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Gak papa juga sih,cuma nanya aja.."

"Ohhh.."

Gamelan itu makin lama makin jelas di telinga,jantungku tiba-tiba berdegup kencang,buru-buru aku rebahkan tubuhku terlentang menghadap ke atas sambil menutupi sebagian wajahku dengan memeluk gulingku,ketika aku akan membalikkan tubuhku ke samping,tiba-tiba aku melihat seorang wanita yang sama melintas perlahan di hadapanku dari kamar mandi lalu hilang ketika sampai di pintu kamar malam itu,aku buru-buru menutup mataku dengan guling

Hiii..siapa sih dia?,beberapa kali muncul,aku harus tanyakan ke nenek atau Rini dan mereka harus menjawab.Malam ini aku di buat parno dengan kemunculannya.Pagi ini aku harus tanyakan,setelah mandi dan sarapan,sudah bulat tekadku untuk menanyakannya kepada Rini,duduk di teras rumah

"Rin.."

"Hmm..,napa asyik ya di rumah nenekku..",aku tersenyum

"Ya.."

Asyik..apanya yang asyik,lu kale yang asyik..rumah gini serem di bilang asyik

"Aku mau nanya nich..sebenarnya.."

Ketika aku ingin bertanya tiba-tiba dari kejauhan terdengar bunyi ..

"Bunyi apaan tuh..",aku menoleh hingga lupa dengan pertanyaanku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun