Saya sempat bertanya pada beberapa murid yang lain dan juga beberapa guru, dan saya bingung dengan jawaban kebanyakan dari mereka.Â
Versi mayoritas peserta didik, "Kami sudah biasa ngomong seperti itu, Pak. Semua guru tidak keberatan."
Versi kebanyakan guru, "Awalnya kami ajari mengucapkan "Permisi, Pak/Bu, saya mau minta izin ke kamar kecil". Tapi anak-anak ini cuma beberapa yang patuh. Kebanyakan gak nurut. Kami capek ngajarinnya. Materi belajar masih banyak. Daripada habis waktu untuk mengajari hal remeh seperti minta izin ke toilet, lebih baik fokus mengajar pelajaran sekolah."
Cara saya memecahkan masalah...Â
Tugas guru bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik.Â
Untuk apa peserta didik "kaya" dalam hal intelektual, tapi "miskin" dari segi moral?
Jangan mengindahkan yang satu, tapi mengabaikan yang lain.
Saya pun berinisiatif untuk mengajarkan "sedikit" tata krama. Saya mengajarkan cara minta izin yang sopan kepada murid-murid saya. Karena saya menjabat sebagai guru bahasa Inggris, maka kalimat yang harus murid-murid ucapkan adalah kalimat-kalimat bahasa Inggris.Â
Saya : "Anak-anak, sekarang ada peraturan baru. Khusus di pelajaran bahasa Inggris. Kalau kalian ingin ke toilet untuk buang air kecil atau besar, boleh. Boleh ke toilet, asal kalian mengucapkan "password"-nya. Kalau kalian bisa mengucapkan, bapak akan mengizinkan kalian untuk pergi ke toilet."
Murid-murid : "Password, Pak?"
Saya : "Iya. Password. Kata sandi. Kalau kalian mau ke toilet, boleh, tapi harus mengucapkan "password" yang akan bapak tulis di papan."
Saya pun menuliskan "password" izin ke toilet di papan tulis.Â