Justru kuartal II tahun 2020 saat Ramadhan tiba pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan menjadi masa terberat bahkan sejumlah pihak memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal II ini minus alias di bawah nol.
BI memprediksi  kuartal II 2020  saat bulan Ramadhan dan segala kegiatannya tiba hanya akan tumbuh 1,1 persen.
"Dalam skenario berat, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 sebesar 4,7 persen, kemudian terjun drastis ke angka 1,1 persen pada kuartal II 2020," kata Perry, Kamis (9/4/20). Seperti yang dilansir Inews.Com
Sementara Kementerian Keuangan memproyeksikan bahwa Kuartal II 2020 menjadi masa terberat bagi perekonomian Indonesia untuk tahun 2020.Â
Kemenkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi di Kuartal II Â akan mendekati 0 persen hingga minus 2 persen. Lantaran dampak penanganan pandemi Covid-19 terjadi di awal Kuartal II , Maret 2020.
"Pertumbuhan ekonomi bisa turun 0,3%, hampir mendekati nol atau bahkan negatif growth di minus 2,6%. Dan untuk kuartal III akan ada recovery di 1,5% dan 2,8%," ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Jumat (17/04/20). Seperti yang dilansir CNBCIndonesia.
Berbagai kondisi dan prediksi dari sejumlah pihak serta dengan fakta-fakta yang ada terkait pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dimana bulan Ramadhan tiba, rasanya Ramadhan kali ini tak akan diirimgi pertumbuhan ekonomi.
Kondisi yang berlawanan dengan harapan yang akan mampu mengungkit perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Ramadhan 2020 secara ekonomi akan kesepian tanpa inflasi dan pertumbuhan ekonomi seperti yang terjadi tahun-tahun sebelumnya.
Batal sudah jadinya jalinan cinta segitiga antara Ramadhan, inflasi dan pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini.
Mungkin Ramadhan tahun ini butuh menyepi seperti kita semua menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan kali ini, tarawih di rumah, tadarus di rumah, dan mungkin Shalat Ied pun di rumah.